Tips Aman Melakukan Perjalanan Hingga ke Puncak Gunung Merapi

Tips Aman Melakukan Perjalanan Hingga ke Puncak Gunung Merapi

Dewasa ini pendakian gunung adalah aktivitas yang wajib untuk mengisi hari libur datang, tidak sedikit dari para traveler yang notabene masih baru pun ikut berbondong- bondong meramaikan suasana dingin udara pegunungan.

Berbeda dengan tahun-tahun lampau, di mana para penikmat alam yang sesungguhnya belum sepintar zaman millennium seperti sekarang, belum ada yang namanya media sosial seperti Instagram dan lain sebagainya.

Tapi tidak mengapa, pada kesempatan kali ini, penulis akan menyampaikan tentang apa itu mendaki gunung, dan untuk apa sih tujuan mendaki gunung.

Artikel yang akan dibahas di bawah ini adalah tentang Pendakian Gunung Merapi yang mempunyai ketinggian 2930 meter di atas permukaan laut (Mdpl) sebagai objeknya. Gunung Merapi jika dilihat secara strategis berada di Wilayah Kabupaten Boyolali, Yogyakarta dan Klaten.

Gunung satu ini adalah gunung yang masih sangat aktif. Waktu terakhir Gunung Merapi memuntahkan laharnya yakni pada tahun 2010 silam. Banyak korban jiwa akibat letusan gunung berapi satu ini, pun termasuk Alm. Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi. Sebelum itu, mari simak ulasan tentang Apa itu Pendakian Gunung?

Apa Artinya Mendaki Gunung

Melakukan perjalanan dengan menggendong carrier yang berat dengan jarak tempuh puluhan Km menanjak adalah aktivitas pendakian. Mendaki Gunung adalah aktivitas di mana seorang penikmat alam  bercumbu dengan maha karya sang Pencipta, menikmati kesunyian dan merasakan indahnya Alam.

Kegiatan ini sudah popular dari zaman 60 an, dimana dahulu ada pelopor Pecinta Alam dari Universitas Indonesia yang bernama Soe Hok Gie. Jika kalian sudah membaca riwayatnya, tentu sudah paham apa yang dilakukan Soe Hok Gie waktu era Reformasi.

Hingga kini dampak media sosial yang bisa dikatakan positif tentu melatar belakangi ramainya Gunung Indonesia seperti sekarang ini. Dahulu gunung tidak seramai sekarang, pendaki zaman dulu belum menggunakan Tenda Ultra Light dan Carrier serta perlengkapan Outdoor yang begitu mewah dan safetynya.

Tapi dengan berkembangnya zaman, kini para pendaki sudah bisa mendapatkan alat-alat property yang di gunakan untuk menikmati kegiatan satu ini.

Tapi berbicara tentang negatifnya, tidak sedikit para traveler yang mulai dengan kegiatan mendaki gunung ini sering membuat geram para pendaki yang sudah lama, dalam artian mengerti betul tentang apa itu menikmati alam dan bagaimana cara melestarikannya.

Sebagai contoh, dewasa ini sering sekali muncul berita tentang sepasang kekasih mendaki gunung, tanpa perlatan yang safety dengan santainya juga memetic sembarangan apa yang tidak seharusnya dipetik.

Seperti inilah dampak negatif dari media sosial, semakin bagus dan baru viewnya, semakin penasaran pula para pendaki alay penasaran dan ingin mengunjunginya. Baiklah, kita mulai merieview perjalanan Gunung Merapi ini.

Gunung Merapi Via New Selo Boyolali dan Rute Menuju Basecamp

Nah, setelah Anda mengetahui tentang sedikit arti mendaki gunung kini saatnya Anda mengetahui Tips dan Tracking di Gunung Merapi via Selo Boyolali. Gunung Merapi sebetulnya mempunyai 2 Jalur pendakian, yakni  Via Kinahrejo, dan Via Selo.

Jalur Pendakian Kinahrejo kini baru akan dibuka kembali, karena sudah lama sekali jalur ini ditutup karena dampak letusan 2010 silam. Untuk itu, yang akan dibahas adalah via Selo Boyolali saja, karena jalur ini adalah rekomendasi yang aman.

Baca Juga :   Inilah 4 Spot Sunrise di Dlingo Bantul Yogyakarta Yang Paling Hits dan Instagramable

Pendakian Gunung Merapi via Selo Boyolali ini mempunyai Basecamp yang bernama Basecamp “Barameru”. Nah, jika Anda pernah mengunjungi wisata alam New Selo, Basecamp pendakian ini berada 1 Km sebelum Wisata Alam tersebut.

Rute untuk menuju lokasi basecampnya pun cukup mudah. Jika Anda melaju dari Kota Magelang, menujulah ke arah Jalan Magelang-Kopeng. Melajulah terus hingga menjumpai pertigaan Kaponan/pasar Kaponan. Lalu ambilah arah ke Wisata Ketep Pass. Dari wisata ketep pass, nantinya akan menapati pertigaan yang arah kekiri adalah arah ke Selo, Boyolali.

Ambillah arah ke kiri tersebut, menuju arah ke Selo. Setelah melaju sekitar kurang lebih 10 Km, baru lah menjumpai pertigaan bila mengambil arah kanan adalah arah ke Basecamp. Dari pertigaan hanya sekitar 1 Km saja menuju basecamp dengan medan menanjak. Baru lah Anda sampai di Basecamp barameru, titik awal pendakian gunung merapi bia selo.

Langkah Awal Pendakian dan Harga Simaksi Pendakian

Setelah sesampainya di Basecamp, untuk bisa mendaki tentu kita harus melalui presedur yang legal. Pertama adalah melakukan estimasi. Estimasi Pendakian Gunung Merapi maksudnya ialah pendaftaran. Membayar simaksi pendakian di sini juga tergolong murah, yakni Rp. 15.000 per orangnya.

Nantinya leader mengisi siapa saja yang akan mengikuti pendakian, beserta perlengkapan logistic dan perlengkapan pendakian lainnya. Dengan catatan, ini semua harus memenuhi untuk menunjang hidup di gunung beberapa hari. (perlengkapan serta logistic akan dibahas di tips pendakian).

Jika estimasi sudah selesai, kini saatnya langkah awal pendakian di mulai. Sebagai tambahan, jika Anda baru pertama kali mendaki gunung merapi, hindari perjalanan malam hari. Lebih baiknya jika Anda mendaki pada pagi atau siang hari saja.

Perjalanan dari Basecamp hingga masuk ke Gerbang (Gerbang Rimba) medannya sudah sedikit melelahkan. Dengan track masih beraspal dengan diasmbut paving tentu membuat kaki mudah kesemutan. Maka dari itu, sebelum memulai pendakian biasakanlah pemanasan terlebih dahulu supaya otot tidak mengalami kram.

Untuk sampai ke Gerbang Rimba, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dengan catatan berjalan satu jam adalah berjalan dengan ritme sedikit cepat, jadi selambat-lambatnya bisa 1 setengah jam untuk sampai ke Gerbang.

Tapi sebelum itu, Anda akan mendapati wisata bertuliskan New Selo yang berwarna putih dengan teras yang lumayan luas. Terdapat juga warung untuk Anda sarapan di sini sebelum memulai pendakian dan ingin bersantai terlebih dulu.

Gerbang Rimba Menuju Pos 1 Gunung Merapi

Perjalanan memasuki hutan dimulai dari gerbang ini. terdapat Pos Gardu untuk Anda beristirahat setelah 1 jam perjalanan dari Basecamp. Pepohonan di sisi kanan maupun kiri begitu menyejukan sehingga membuat pendaki merasa sejuk dibuatnya. Setelah berisitahat sejenak, kini saatnya Anda melanjutkan perjalanan ke Pos 1 Gunung Merapi.

Perjalanan dari Gerbang ke Pos 1 Gunung Merapi ini membutuhkan waktu 1 setengah jam dengan ritme sedikit cepat, selambat-lambatnya yakni 2 jam perjalanan. Perjalanan menanjak dengan track tanah dan bebatuan akan sangat menguras tenaga pendaki.

Pos 1 Menuju Pos 2 Gunung Merapi

Setelah sampai di Pos 1, di sini juga terdapat Gardu atau gubuk yang bagus untuk beristirahat pendaki. Para rescue dan pengelola gunung satu ini sangat antusias menyambut pendaki local maupun mancanegara dengan bukti membangun gardu-gardu peristirahatan yang sangat layak. Di gardu ini Anda bisa istirahat bersama rekan pendakian seraya menikmati pemandangan sisi kanan yang sudah terlihat begitu indah.

Baca Juga :   Tips Aman Melakukan Pendakian Gunung Merbabu Jalur Suwanting

Setelah beristirahat cukup, Anda harus menempuh perjalanan kembali ke Pos 2. Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 ini memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Track tanah dan bebtuan terjal pun menyambut Anda. dari perjalanan ini pendaki harus ekstra hati-hati.

Sebab jika berjalan dan terjatuh akan sangat berbahaya sekali. Medan track menuju Pos 2 ini memang sering dibicarakan para pendaki, karena memang lumayan membuat kaki terasa harus berjalan 20 kali lipat dari biasanya. Akan tetapi jika Anda sering berolahraga dan pemanasan sebelumnya, mungkin akan sedikit mudah melewati trek ini.

Pos 2 menuju Pasar Bubrah

Sesampainya Pos 2, vegetasi tumbuhan pepohonan pun sudah tidak ada. Karena gunung berapi memang identic dengan kegersangan di atasnya. Berada di Pos 2 ini sudah tidak ada lagi gardu seperti pos sebelumnya. Nah, disinilah para pendaki mendirikan tenda untuk camping menikmati suasana malam Gunung Merapi.

Sebagai catatan, sebaiknya Anda mendirikan tenda di Pos 2 saja. Sebab jika musim panas, mendirikan tenda di Pasar Bubrah akan berbahaya karena bisa sewaktu-waktu terkena badai angin.

Menikmati malam di Pos 2 sudah lengkap, kini pendaki memulai untuk menuju summit. Sebelum summit, ada pos terakhir yang bernama Pasar Bubrah. Yakni pos terakhir pendakian di mana pendaki juga bisa mendirikan tenda di sini. perjalanan dari Pos 2 ke Pasar Bubrah memakan waktu sekitar 2 Jam perjalanan santai.

Dengan trek pasir dan berbatu, akan menyulitkan pendaki melewatinya. Disinilah spot foto bagus sudah bisa pendaki ambil. Sebelum ke Pasar Bubrah, pendaki akan menjumpai yang namanya Batu Gajah. Yakni Batu besar yang berada di sisi kanan dengan view Gunung Merbabu yang sangat cantik.

Pasar Bubrah  Puncak Gunung Merapi 2930 Mdpl

Setelah sampai di Pasar Bubrah, kini tinggal satu tahap lagi untuk mencapai atap gunung merapi. Tapi perlu di ingat, bahwa dari pengelola menghimbau pendakian terakhir hanya sampai Pasar Bubrah saja. Karena untuk mencapai puncaknya, pendaki sudah tidak ada asuransinya alias jika ada hal yang tidak di inginkan ditanggung sendiri.

Tapi banyak pendaki yang nekat mencapai atas, termasuk penulis. Bukan mengajak Anda melanggar, tapi yang bisa mencapai atas tentu sudah tahu medan trek dan cara mengatasi masalah jika terjadi. Perjalanan dari Pasar Bubrah menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam perjalanan. Dengan medan yang sangat ekstrim. Tanjakan berupa pasir dan bebatuan yang besar sudah menjadi hidangan trekking menuju puncak.

Pendaki harus ekstra berhati hati, sebab pasir yang licin dan bebatuan sewaktu waktu dapat membuat pendaki terluka. Untuk itu, dibutuhkan konsentrasi tinggi dan tenaga ekstra. Setelah menempuh bebtuan terjal, kini pendaki dapat menikmati pemandangan yang disuguhkan Sang Maha Pencipta. Sungguh luar biasa, “Merapi Tak Pernah Ingkat Janji” kata kata ini yang sering di dengar ketika pendaki turun dari puncak.

Mungkin demikian artikel tentang Tips Aman Melakukan Perjalanan Hingga ke Puncak Gunung Merapi Via Selo Boyolali, jika Anda sangat penasaran dan ingin mengetahui Tips dan Sharing pengetahuan yang lainnya tentang mendaki gunung, Anda bisa membaca tips pendakian gunung yang lain di artikel penulis.

Kata terakhir, Jangan Tinggalkan Apapun kecuali jejak, Jangan mengambil apapun kecuali potret, dan jangan berburu apapun kecuali waktu. Selamat menikmati perjalanan, salam lestari.

europalia

Europalia adalah festival budaya dan seni internasional yang diselenggarakan di Belgia dan negara-negara tetangga sejak 1969. Festival ini diselenggarakan oleh Europalia Internasional, lembaga nonprofit di bawah Keluarga Kerajaan Belgia yang bermarkas di Brussel.

Related Posts

Tips Aman Melakukan Pendakian Gunung Merbabu Jalur Suwanting

Tips Aman Melakukan Pendakian Gunung Merbabu Jalur Suwanting

Tips Aman Melakukan Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik Jalur Sejati

Tips Aman Melakukan Pendakian Gunung Sumbing Via Butuh Kaliangkrik Jalur Sejati

Inilah 4 Spot Sunrise di Dlingo Bantul Yogyakarta Yang Paling Hits dan Instagramable

Inilah 4 Spot Sunrise di Dlingo Bantul Yogyakarta Yang Paling Hits dan Instagramable