Europalia.Id

EUROPALIA ARTS FESTIVAL INDONESIA

Sejarah

Sejarah

Europalia adalah festival budaya dan seni internasional yang diselenggarakan di Belgia dan negara-negara tetangga sejak 1969. Festival ini diselenggarakan oleh Europalia Internasional, lembaga nonprofit di bawah Keluarga Kerajaan Belgia yang bermarkas di Brussel. Pada pelaksanaannya, Europalia menyajikan berbagai kegiatan terkait seni dan budaya ditampilkan dari tamu kehormatan, seperti musik, sastra, konferensi, seminar, lokakarya, film, pameran hingga penampilan seni seperti tari-tarian. Europalia diselenggarakan setiap dua tahun sekali kecuali pada rentang waktu 1977-1980, 1982-1985, 1993-1996 dan 1998-2003. Pada Europalia edisi ke-26 yang berlangsung dari Oktober 2017 hingga Januari 2018, Indonesia menjadi tamu kehormatan.

Tujuan diselenggarakan festival ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang seni dan budaya, terutama kaum muda. Tujuan lainnya adalah guna menghindari eurosentrisme dan membangun dialog terbuka tentang budaya.

Guna menyukseskan pelaksanaan Europalia, kemitraan sangat dibutuhkan. Oleh karena itu Europalia Internasional bekerja sama dengan berbagai pihak, tidak hanya di Belgia saja sebagai pusatnya melainkan juga dengan pihak luar. Sebagian kemitraan Europalia Internasional adalah institusi-institusi kebudayaan di Brussel dan luar negeri, The Centre for Fine Arts (BOZAR), museum, teater nasional di Brussel, the M HKA atau deSingel di Antwerp, the MAC’s di Grand-Horny, the SMAK di Ghent, the Théâtre Royal di Namur, the Théâtre de la Place di Liège, the Bibiliothèque Nationale de France dan the Tropentheater di Amsterdam.

Untuk pendanaaan sendiri dilakukan oleh Belgia selaku pusat dan pihak swasta. Di Belgia, dukungan itu datang dari the FPS Foreign Affairs, the Belgian Science Policy, Pemerintahan Flemish, Federasi Wallonia-Brussel, Brussel, Komunitas Jerman dan National Lottery. Negara tuan rumah juga turut melakukan pembiayaan yang biasanya dilakukan melalui Kementerian Budaya, Kementerian Hubungan Internasional, Kementerian Pariwisata, negara bagian, kota dan bahkan provinsi negara tuan rumah. Selain itu Europalia juga memperoleh dana melalui penjualan tiket, katalog dan bahkan merchandise.

Sepanjang penyelenggaran dari 1969 hingga 2017, Europalia telah diadakan sebanyak 26 kali dengan jumlah negara tamu sebanyak 35 yang berasal dari Eropa, Amerika Selatan dan Asia Pasifik. Europalia pertama (1969) mengundang Italia sebagai tamu kehormatan. Sejak itu Europalia diadakan setiap dua tahun sekali. Namun pada beberapa rentang waktu tertentu, Europalia justru diadakan dengan rentang waktu setahun atau bahkan tiga tahun.

Dari awal penyelenggaraan (1969) hingga Europalia 1987, tamu kehormatan selalu berasal dari Eropa, seperti Belanda (1971), Britania Raya (1973), Prancis (1975), Jerman (1977), Belgia (1980), Yunani (1982), Spanyol (1985) dan Austria (1987). Namun pada Europalia 1989, terciptalah sejarah baru. Jepang mencatatkan diri sebagai negara Asia Pasifik dan negara dari Benua Asia pertama yang menjadi tamu kehormatan festival ini.

Pada Europalia 1991 tamu kehormatan kembali berasal dari Eropa yang diwakili oleh Portugal. Akan tetapi tiga tahun kemudian tamu kehormatan berasal dari belahan benua berbeda. Pada Europalia 1993 Meksiko menjadi negara Amerika Selatan dan negara yang berasal dari Benua Amerika pertama yang berpartisipasi. Sejarah baru juga terjadi pada Europalia 1996. Berbeda dengan penyelenggaraan edisi-edisi sebelumnya ketika suatu negara menjadi tamu kehormatan. Europalia 1996 justru menampilkan karya seorang individu dan bukan mewakili budaya suatu negara, yakni Victor Horta. Ia kemudian menjadi individu pertama yang menjadi tamu kehormatan dari pelaksanaan festival ini.

Pada Europalia 1998-2003, Europalia diadakan setiap setahun sekali dengan didominasi oleh negara-negara Eropa sebagai tamu kehormatan, seperti Ceko (1998), Hungaria (1999), Brussel (2000), Polandia (2001), Bulgaria (2002) dan Italia (2003). Terpilihnya Brussel sebagai pada 2000 menjadikan Brussel sebagai tamu kehormatan yang mewakili kota di suatu negara pertama yang menjadi tamu kehormatan. Fakta lainnya adalah Italia menjadi negara satu-satunya dan pertama yang terpilih sebagai tamu kehormatan lebih dari sekali setelah terakhir kali pada 1969.

Setelah diadakan setiap setahun sekali, Europalia kembali diadakan setiap dua tahun sekali dari 2003 hingga sekarang. Tamu kehormatan di masing-masing penyelenggaraan antara lain adalah Rusia (2005), Eropa (2007), Tiongkok (2009), Brazil (2011), India (2013), Turki (2015) dan Indonesia (2017). Pada rentang waktu ini, Eropa menjadi tamu kehormatan yang mewakili negara-negara di benua yang sama dan Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tamu kehormatan dari pelaksanaan Europalia.

Dalam rentang waktu tersebut Europalia tercatat 9.573 acara (termasuk 565 pameran) telah diselenggarakan. Europalia dengan jumlah pengunjung paling sedikit terjadi pada Europalia 2015 (Turki) dengan jumlah pengunjung sebanyak 472.517 orang. Sementara itu Europalia dengan jumlah pengunjung terbanyak terjadi pada Europalia 2013 (Rusia) dengan jumlah pengunjung sebanyak 1.108.899 orang. Hasil lainnya adalah sepanjang sejarah penyelenggaraan, belum ada wakil dari Afrika, Timur Tengah, Amerika Utara dan Oseania yang menjadi tamu kehormatan