Timun Mas Melanglang Ke Belgia

13 December 2017
Timun Mas Melanglang Ke Belgia


 Kata siapa gunting-gunting kertas adalah kerjaan anak kecil? Atau, kalau orang dewasa yang melakukannya, maka itu adalah orang kurang kerjaan? Di tangan seniman asal Yogyakarta, Yudha Sandy, melubangi dan menggunting kertas bisa menjadi karya yang membawanya berjumpa warga dunia.

Yudha Sandy dan buku komik Atom Jardin karyanya terpilih memeriahkan Festival Europalia untuk kategori pameran. Sejak 12 Oktober 2017 lalu, Atom Jardin, yang  merupakan salah satu karya puncak Yudha dalam bereksperimen dengan teknik gunting kertas (paper cutting), terpajang apik di dua museum di Belgia, yakni Cultuurcentrum (CC) Strombeek dan Muntpunt. Pada 2015, komik stripnya itu dianugerahi Kosasih Award untuk dua nominasi, yakni cerita terbaik dan komik terbaik. Kosasih Award merupakan penghargaan yang diberikan Kosasih Center, Akademi Samali, dan Kreavi.com. Tujuannya,  memberikan apresiasi dan motivasi bagi para komikus Indonesia untuk terus berkarya.

Seperti para peserta pagelaran seni-budaya se-Eropa lain, keterlibatan Yudha dalam proyek ini berawal dari ajakan kurator komik Festival Europalia-Indonesia. “Kalau tidak salah sejak awal tahun lalu. Mas Hikmat Dharmawan memberti tahu soal Europalia dan tertarik mengajak komik saya buat pameran di Belgia. Ya, saya langsung oke saja,” tuturnya lewat aplikasi mengobrol WhatsApp.

Yudha menuturkan, dalam Europalia 2017 ini agendanya terdiri dari pameran dan lokakarya (workshop). Pameran paper cutting komik strip Atom Jardin berlangsung pada 12 Oktober-Desember di CC Strombeek dan 26 Oktober-24 November di Muntpunt.  Sementara workshop berlangsung selama tiga hari: tanggal 4 Oktober 2017 di Piereman, 7 Oktober 2017 di Festival Centre, dan 11 Oktober 2017 di Strombeek. “Pesertanya beda-beda, tanggal 4 Oktober untuk anak-anak. Tanggal 7 untuk peserta umum dan mahasiswa. Tanggal 11 Oktober dihadiri remaja,” terangnya.
Ketiga lokakarya itu akan mempertunjukkan kebolehan Yudha memakai teknik paper cutting dalam membuat komik. Tentunya, bukan Atom Jardin lagi yang dia perlihatkan. Kali ini Yudha akan memperkenalkan cerita rakyat atau dongeng terkenal dari Indonesia, Timun Emas, kepada khalayak Eropa. Kalau kata pepatah, ini namanya, sambil menyelam minum air. Yudha bisa unjuk gigi, sekaligus mempromosikan budaya Indonesia.
Dari sekian banyak cerita rakyat di Indonesia, mengapa harus Timun Emas? “Soalnya ada unsur perjuangan, bertahan hidup, dan banyak nilai moral lainnya,Yudha menjelaskan. Selain itu, kisah Timun Mas menurutnya paling menarik karena menampilkan beragam karakter, seperti raksasa, orangtua, dan anak perempuan bernama Timun Mas.
Persiapannya sendiri tidak memakan waktu lama, hanya satu kali pertemuan. Berdasarkan sejumlah foto yang beredar di Instagram @BakulKultur, Yudha berperan sebagai pemeraga, selebihnya sketsa digunting sendiri oleh peserta hingga menjadi rangkaian cerita yang utuh.

Berbeda dengan teknik pengasiran yang seringnya diterapkan dalam pembuatan komik. pemuda gondrong yang menamai dirinya di Instagram sebagai @muntah_jerapah itu mengaku teknik paper cutting dia pakai untuk mendapatkan kesan tajam dan gelap. Muntah Jerapah merupakan komik yang dipublikasikan secara indie pada 2007.